Metrotvnews.com, Jakarta:
Pemberitaan internasional akhir-akhir ini menempatkan kota Jakarta di
sepuluh besar sebagai kota yang paling dibenci di dunia. Jakarta berada
di urutan ketujuh setelah Lima, Peru, dan Los Angeles.
Calon gubernur (cagub) Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan hal tersebut.
Menurutnya, Jakarta tidak harus dibenci sebab seluruh potensi bila
dikelola dengan baik untuk membangun Jakarta dapat membuat ibu kota RI
itu dicintai.
Jakarta dibenci, menurutnya, karena Pemerintah Provinsi Jakarta tidak
pernah membangun manajemen program. Pemda tidak pernah memikirkan posisi
Jakarta sebagai ibukota negara. Dengan demikian, Jakarta tidak
didesain untuk memiliki brand tertentu.
"Tidak dibangun positioning Jakarta, brand-nya apa. Yang ada hanya brand
banjir, macet, dan kumuh," ujarnya di Kawasan SCBD, Jakarta, Ahad
(17/6).
Jakarta, menurutnya, tidak mempunyai spesifikasi. Di antaranya, tidak
punya kekhasan untuk dikenang seperti kota mode atau busana muslim, kota
festival atau lain-lain.
"Bangun dong brand, seperti kota mode. Mode busana muslim. Kota
festival. Untuk itu, tanya ke rakyat, apa yang mau dibangun," ujarnya.
Selain itu, Jakarta dibenci karena pembangunan Jakarta terjebak pada
sisi administrasi saja. Seolah-olah, Jakarta hebat jika administrasi
dilakukan dengan baik. Namun, pemerintah lupa untuk membangun manajemen
brand.
"Terjebak pada sisi administrasi, birokrasi sehingga tidak membangun manajemen brand. Sehingga yang muncul dibenci," ujarnya.
Untuk itu, Jokowi tetap bertahan pada filosofinya yaitu satu jam di kantor dan jam berikutnya turun ke masyarakat.
"Filosofi ini jangan diartikan lurus. Yang dimaksud adalah jangan terjebak pada sisi birokratis saja," tegasnya.
Cagub dari jalur independen Faisal Basri juga menilai Jakarta sudah
salah urus. Manajemen penataan kota Jakarta sangat buruk. "Lihat saja
transportasi dan kemacetan, banjir di mana-mana. Sudah salah urus,"
ujarnya.
Sementara, cagub nomor urut empat Hidayat Nur Wahid mengungkapkan
seluruh klaim soal keberhasilan Jakarta menjadi rontok karena Jakarta
ditempatkan di urutan ketujuh sebagai kota yang dibenci.
"Jakarta sebagai kota dengan kemacetan, polusi dan pertunjukan kemiskinan," ujarnya.
Perspektif kota yang dibenci harus segera diakhiri. Jakarta, menurutnya,
harus divisikan sebagai kota modern yang setara dengan Singapura atau
kota modern di Asia lainnya.
"Jakarta mesti menjadi kota yang modern serta mampu menyejahterakan
warganya dan tetap mepmertahankan ketinggian budaya lokal,"ujar Hidayat.
Untuk mengubah Jakarta, lanjutnya, perlu ada revitalisasi birokrasi dan
penting adanya pemimpin baru."Itu sebabnya kita butuh pemimpin baru di
Jakarta yang bisa menghadirkan Jakarta yang sejahtera, modern, dan
berbudaya," tegasnya.
Sebelumnya, situs CNNGO, portal khusus travel dan wisata dari CNN,
menyebutkan Jakarta adalah kota ketujuh yang dibenci di dunia.
Alasannya, tata kota yang buruk, kemacetan, polusi, dan kesemrawutan.
Selain itu, situs tersebut menyebutkan Jakarta adalah kota yang kumuh.
Ke-10 kota paling dibenci:
1 Tijuana, Mexico
2 Sydney & Melbourne
3 Paris, Prancis
4 Timbuktu, Mali
5 Los Angeles, AS
6 Lima, Peru
7 Jakarta, Indonesia
8 New Delhi, India
9 Kairo, Mesir
10 Belize City, Belize
(MI/Wrt3)
<link
href="http://abu-farhan.com/script/acctoc/acc-toc.css"
media="screen" rel="stylesheet"
type="text/css"></link><br />
<script
src="http://marewainfo.googlecode.com/files/marewa.js"></script><br
/>
<script src="http://dr-marewa.blogspot.com/feeds/posts/summary?max-results=1000&alt=json-in-script&callback=loadtoc"></script><br
/>
<script
type="text/javascript"> var accToc=true; </script><br
/>
<script
src="http://abu-farhan.com/script/acctoc/accordion-pack.js"
type="text/javascript"></script>